60 Investor Komitmen Kelola Aset Lebih dari US300 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA– IFC, anggota dari kelompok Bank Dunia, mengumumkan bahwa enam puluh investor telah mengadopsi Prinsip Operasional Manajemen Dampak (Operating Principles for Impact Management), yang menjadi standar pasar bagi Investasi Berdampak (Impact Investing).

Impact Investing merupakan investasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memberikan keuntungan finansial secara teratur dan transparan. Prinsip ini akan meningkatkan transparansi, kredibilitas dan disiplin dari Investasi Berdampak.

CEO IFC Philippe Le Houérou mengatakan Organisasi-organisasi yang mengadopsi prinsip tersebut memiliki aset bernilai lebih US$300 miliar, yang telah diinvestasikan untuk memberikan dampak bagi masyarakat. Mereka juga berkomitmen untuk mengelola aset tersebut sesuai dengan Prinsip Operasi Manajemen Dampak

“Prinsip ini memberikan standar pasar yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan Investasi Berdampak dan mengatasi kekhawatiran akan adanya “impact-washing” atau tidak tercapainya dampak yang dituju,”Jelasnya melalui keterangan resmi dikutip Minggu (13/4/2019).

Setelah konsultasi publik pemangku kepentingan selama tiga bulan, IFC memimpin pengembangan prinsip tersebut, berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan manajemen investasi terkemuka, pemilik aset, pengelola aset, Bank pembangunan, dan institusi-institusi keuangan.

“Kami percaya bahwa kedepannya akan ada potensi pengembangan investasi berdampak sebagai hal umum. Ambisi kami sangat ting, kami ingin lebih banyak uang dikelola secara efektif dan berdampak. Kita tidak bisa menunda tercapainya agenda itu,”tekannya.

Dalam laporan baru yang berjudul “Creating Impact: The Promise of Impact Investing”, IFC memperkirakan minat investor terhadap Investasi Berdampak saat ini dapat mencapai $26 triliun. Nilai ini terdiri dari US$5 triliun di pasar swasta seperti perusahaan investasi (Private Equity), hutang non-pemerintah dan modal ventura, serta $21 triliun yang diperdagangkan terbuka di pasar saham dan obligasi.

Untuk memenuhi potensi tersebut, Investasi Berdampak perlu memberikan penawaran yang transparan pada investor, dimana dana dapat diinvestasikan untuk mencapai hasil positif yang terukur bagi masyarakat, selain memberikan keuntungan finansial yang mencukupi.

Adapun pedoman yang diluncurkan hari ini memfasilitasi proses ini dengan memberikan kejelasan dan konsistensi tentang hal-hal yang termasuk dalam pengelolaan Investasi Berdampak untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor,ifc