KABAR PASAR: Ujian Pemulihan Ekspor, Dana Murah Dipacu

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai perbaikan kinerja perdagangan Indonesia dan pendanaan bank, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (15/6/2020).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Ujian Pemulihan Ekspor. Upaya pemulihan kinerja ekspor Indonesia pada tahun ini bakal berhadapan dengan sejumlah tantangan, mulai dari kebijakan restriksi, kompetisi perebutan pasar, hingga penurunan permintaan.

Leasing Bergerak Lagi. Pelaku industri multifinance akan kembali mengucurkan kredit pada bulan ini setelah sempat menghentikan sementara penyaluran pembiayaan baru pada April dan Mei sebagai dampak lanjutan dari penyebaran pandemi Covid-19.

Meniti Pemulihan Pasar Mobil. Setelah mengalami tekanan berat hingga membukukan koreksi penjualan hampir 96 persen pada Mei 2020, pabrikan mobil menata langkah untuk kembali bangkit secara bertahap mulai bulan ini. Adaptasi akan pola hidup new normal bakal dijadikan jembatan pemulihan di pasar domestik.

Daerah Fokus Kucurkan Stimulus. Pemerintah daerah akan lebih fokus memberikan stimulus ekonomi ketimbang bantuan sosial pada fase kenormalan baru dan upaya pemulihan ekonomi.

Lonjakan Penumpang Diantisipasi. PT Kereta Commuter Indonesia menyiapkan sejumlah skema untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mulai 15 Juni 2020, terutama yang berasal dari kalangan pekerja di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Menakar Dosis Kebijakan Antipandemi. Pemerintah tengah menakar dosis kebijakan bagi industri berorientasi ekspor-impor dan pabrik barang kena cukai menyusul beratnya beban akibat pandemi Covid-19 yang tecermin dalam survei internal Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Konsumsi Gula Global Turun. Penutupan restoran, arena olahraga, dan bioskop di seluruh dunia berimbas pada permintaan gula yang turun untuk pertama kalinya dalam empat dekade.

Kapasitas Ruang Rawat Jadi Tantangan. Penerapan kelas standar bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dinilai belum dapat dilakukan seiring dengan adanya risiko penumpukan peserta yang belum terakomodasi oleh kapasitas ruangan perawatan.

Dana Murah Dipacu. Kalangan perbankan berupaya untuk memacu sumber dana murah ketimbang meningkatkan penyerapan dana mahal dari deposito pada awal tahun ini.

Pudar Pesona Negeri China. Perubahan konstelasi politik dunia memudarkan posisi China sebagai tujuan investasi. Tak hanya AS, Pemerintah Jepang sampai dengan Eropa mendorong pengusaha mereka mengurangi ketergantungan rantai pasok ke Negeri Tirai Bambu itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eksporperdagangan

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

KABAR EMITEN: Semarak Emisi Saham Baru, Minat Investor Asing Masih Tinggi

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai rencana aksi korporasi dan proyeksi lelang SUN, antara lain, menjadi topik halaman market, portofolio, dan investasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (15/6/2020).

Berikut perincian topiknya:

Semarak Emisi Saham Baru. Penggalangan dana melalui emisi saham baru di pasar modal bisa menjadi pilihan utama bagi emiten untuk meningkatkan pundi-pundi modal pada semester II/2020.

IHSG di Teritori Positif. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguji level psikologis 5.000 pada pekan ini. Pada akhir perdagangan Jumat (12/6), IHSG parkir di level 4.880,35.

Terpapar Berkah Pembukaan Mal. Sejumlah emiten sektor peritel, restoran, dan properti pemilik mal berpotensi mendapatkan angin segar dari pembukaan kembali pusat perbelanjaan pada medio Juni 2020. Menurut Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, 80 pusat perbelanjaan di DKI Jakarta bakal beroperasi kembali pada masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Minat Investor Asing Masih Tinggi. Lelang surat utang negara (SUN) pada pekan ini diproyeksi kembali diramaikan oleh investor asing yang berburu obligasi yang menawarkan imbal hasil tinggi. Namun, permintaannya akan sulit untuk menembus Rp100 triliun.

Dana Jumbo Sekuritas Di Tengah Pandemi. Sebagian besar sekuritas atau pedagang efek di lantai bursa ternyata masih mampu menjaga modal kerja bersih disesuaikan atau MKBD di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang menekan mayoritas harga saham dalam hampir empat bulan terakhir.

Saat Emas Tampak Habis Tenaga. Logam mulia yang kerap menjadi aset primadona di saat banyak ketidakpastian pasar kali ini tampak kehabisan tenaga untuk memanfaatkan momentum. Penguatan emas berangsur reda memasuki satu bulan terakhir kuartal II/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasiaksi emiten

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Pasar Global Positif, Begini Ekspektasi Analis Terhadap Bursa Singapura

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspektasi terhadap pasar modal di Singapura belum menyamai optimisme yang terpancar dari investor di pasar dunia.

Dilansir dari Bloomberg pada Minggu (14/6/2020), pengelola dana dan analis di Fidelity International Ltd., Citigroup Inc. dan Bank of Singapore Ltd. memasang outlook bullish pada pasar modal Singapura, yang memiliki valuasi US$396 miliar.

Faktor-faktor yang mendukung sentimen tersebut adalah harga saham, stimulus fiskal dan pembukaan kembali ekonomi.

Namun, sisi penjualan pada bursa ini dinilai tidak memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap indeks benchmark negara tersebut.

Head of Investment Strategy di Bank of Singapore Eli Lee menuturkan valuasi saham yang murah di bursa Singapura akan menjadi momentum positif bagi saham Negeri Singa. Pasalnya, investor saat ini tengah mencari saham-saham yang memiliki performa yang rendah guna mendapat return maksimal.

“Meski sisi penjualan tidak memberikan optimisme yang cukup, tetapi kebijakan pasar global yang cenderung siklikal dan valuasi saham ini akan menjadi faktor pendukung saham Singapura dalam jangka pendek,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Asia Investment Strategy Citigroup Ken Peng mengatakan stimulus fiskal yang dikucurkan pemerintah Singapura untuk melawan pandemi virus corona membuat pasar Singapura atraktif di mata investor. Dia memperkirakan sektor industri, ekspor, dan transportasi menjadi sektor pemimpin pergerakan positif bursa Singapura.

“Singapura menjadi salah satu pasar termurah di Asia dan saat ini ekonomi di negara tersebut akan kembali dibuka,” ujar pengelola dana di Fidelity International, Paras Anand dan George Efstathopoulos.

Berdasarkan konsensus para analis, indeks The Stratits Times diproyeksikan akan tumbuh 10 persen dalam periode satu tahun mendatang, estimasi pertumbuhan terendah sejak 2018. Adapun, indeks ini telah naik 19 persen sejak mencapai titik terendahnya pada Maret lalu.

Indeks ini juga masih tumbuh negatif 17 persen secara tahunan dan diperdagangkan pada valuasi terendah dengan book value sebesar 0,9 kali, jauh di bawah Indeks MSCI All-Country World dengan book value 2,2 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modalsingapurabursa singapura

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Lelang SUN 16 Juni, Pemerintah Incar Pendapatan Rp40 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara atau SUN dalam mata uang Rupiah pada 16 Juni 2020 dengan menargetkan pendapatan Rp40 triliun.

Menurut informasi dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Minggu (14/3/2020), hal ini dilakukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020.

Pemerintah akan mengeluarkan dua Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang merupakan keluaran terbaru dan lima Obligasi Negara.

Dari penerbitan ketujuh SUN, pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp20 triliun dan maksimal Rp40 triliun.

Kedua SPN tersebut yakni seri SPN03200917 yang akan jatuh tempo pada 17 September 2020 serta SPN12210304 dengan waktu jatuh tempo pada 4 Maret 2021 dengan alokasi pembelian nonkompetitif maksimal 50 persen dari yang dimenangkan.

Sementara itu lima varian obligasi yang akan ditawarkan adalah seri FR0081 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2025 dengan kupon 6,5 persen; Seri FR0082 dengan kupon 7 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2030; Seri FR0083 dengan kupon 7,5 persen yang jatuh tempo pada 15 April 2040; FR0076 dengan kupon 7,375 persen yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048; serta FR0080 dengan kupon 7,5 persen yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035.

Penjualan SUN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction) menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.

Selain itu, pemegang lelang yang mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Ketujuh SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta. Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No.168/PMK.08/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Tepis Isu Tak Benar, OJK Jateng dan DIY: Perbankan Stabil dan Terjaga

Bisnis.com, SEMARANG – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa menanggapi beredarnya berita lama terkait kondisi beberapa bank seperti yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu.

Aman mengatakan, bahwa industri perbankan saat ini secara umum dalam kondisi stabil dan terjaga.

Hal tersebut, tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas ambang batas atau treshold seperti permodalan (CAR) 22,13 persen, sedangkan kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen (NPL Net 1,09 persen).

Kecukupan likuiditas perbankan yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen. Realisasi itu jauh di atas threshold yang masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

“Kondisi hal sama ditunjukan perbankan di Jawa Tengah sampai April, kredit masih mengalami pertumbuhan sebesar 4,80 persen secara yoy [year-on-year], DPK sebesar 4,04 persen yoy dan NPL Net masih terjaga di 1,75 persen,” kata Aman melalui siaran persnya, Sabtu (13/6/2020).

Dia menambahkan, bahwa upaya perbaikan kinerja atas beberapa Bank yang tengah dilakukan saat ini juga berjalan positif.

Sebagai contoh, saat ini OJK sedang memproses rencana penggabungan usaha PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

Rencana tersebut telah dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani pada tanggal 23 April 2020 oleh Gubernur Banten Wahidin Halim dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Selanjutnya Bank Mayapada, saat ini permodalanya juga sudah kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai 18 persen atau jauh di atas ketentuan minimum 8 persen.

“Hal ini tidak lepas dari dukungan penuh pemegang saham pengendali yang tahun ini saja telah melakukan penambahan modal sebesar Rp3,75 triliun sebagai bagian dari komitmen untuk terus membesarkan bank ini menjadi salah satu pemain utama dalam membangun ekonomi nasional,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia upaya perbaikan kinerja Bank Bukopin juga berjalan positif. OJK telah menerima pernyataan dan kesiapan Kookmin Bank, grup finansial terbesar di Korea Selatan yang saat ini memiliki 22 persen saham Bank Bukopin, untuk menjadi Pemegang Saham Mayoritas dengan mengambil alih kepemilikan sekurang-kurangnya 51 persen saham Bank Bukopin.

Kookmin Bank saat ini telah menyediakan sejumlah dana di escrow account sebagai bagian dari rencanya untuk menjadi pemegang saham pengendali, memperkuat permodalan dan likuiditas Bank Bukopin,” terangnya.

Aman mengimbau kepada semua pihak agar bersama-sama menjaga industri perbankan tetap kondusif dan tidak termakan atau memanfaatkan isu yang tidak benar atau hoax.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankanOJKjawa tengah

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Akhir Pekan, Bursa Amerika Serikat Berhasil Rebound

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat berhasil rebound dari kejatuhan terbesarnya dalam 12 minggu terakhir.

Setelah bursa Amerika ditutup anjlok pada Kamis (11/6/2020), pasar tampaknya mulai bergairah dan menampung saham-saham dengan harga yang murah pada Jumat (12/6/2020) waktu setempat.

Di sisi lain, imbal hasil surat utang pemerintah bersamaan dengan dolar Amerika Serikat naik tipis.

Berdasarkan data Bloomberg, perusahaan real-estate, keuangan dan energi memimpin kenaikan indeks S&P 500. Sementara, operator cruise dan maskapai penerbangan menjadi pemberat indeks yang sementara melanjutkan tren pelemahannya.

Pada awal perdagangan Jumat (12/6/2020), transaksi di bursa sempat menurun setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan risiko Covid-19 gelombang kedua untuk setiap negara yang mulai melakukan pelonggaran lockdown.

Pejabat tinggi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat mengatakan negara bagian dan kota di Amerika Serikat kemungkinan besar harus melanjutkan pemberlakukan lockdown jika kasus positif Covid-19 melonjak.

Sementara bursa Amerika Serikat berangsur pulih pada penutupan perdagangan akhir pekan, tiga indeks utama Amerika Serikat sebelumnya diketahui mengalami kejatuhan terparah pada minggu ini di tengah kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi setelah masyarakatnya berbulan-bulan terkunci.

Arizona dan Oklahoma adalah negara-negara bagian Amerika Serikat yang melaporkan rekor kenaikan kasus tertinggi Covid-19 dalam satu hari setelah melakukan pelonggaran dalam sebulan terakhir. Sedang, Florida memiliki lompatan harian terbesar sejak 1 Mei lalu.

Di sisi lain, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan gelombang kasus baru belum muncul.

Kendati demikian, penasihat investasi senior Cornerstone Capital Shahnawaz Malik mengatakan kasus baru Covid-19 tidak lagi berdampak besar terhadap bursa Amerika Serikat.

“Investor hanya membeli saham yang murah dan mereka menikmatinya sekarang. Kita akan terus melihat volatilitas pasar sampai kita memiliki vaksin,” ujarnya.

Berikut ulasan pasar Jumat (13/6/2020):

Bursa

S&P 500 naik 1,3 persen pada penutupan pasar.

Indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,3 persen.

MSCI Asia Pacific Index turun 1,2 persen.

Kurs

Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,1 persen.

Euro turun 0,4 persen menjadi 1,1256 per dolar AS.

Yen Jepang melemah 0,5 persen menjadi 107,36 per dolar AS.

Obligasi

Imbal hasil obligasi 10-tahun Amerika Serikat naik empat basis poin menjadi 0,71 persen.

Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman menurun tiga basis poin menjadi -0,44 persen.

Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris naik satu basis poin menjadi 0,208 persen.

Komoditas

Indeks Komoditas Bloomberg merosot 0,6 persen.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,1 persen menjadi US$36,38 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikatbursa amerika

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bursa Prancis Ditutup Menguat, 30 Saham di CAC 40 Menghijau

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Prancis ditutup menguat pada perdagangan Jumat (13/6/2020) dan berhasil menghentikan penurunan selama empat hari berturut-turut.

Penguatan ini ditandai dengan kenaikan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris sebesar 0,49 persen atau 23,66 poin, menjadi 4.839,26 poin.

Kemarin, Kamis (11/6/2020), Indeks CAC 40 anjlok 4,71 persen atau 237,82 poin menjadi 4.815,60 poin pada melanjutkan penurunan 0,82 persen atau 41,69 poin menjadi 5.053,42 poin pada Rabu (10/6/2020) dan kerugian dua hari sebelumnya.

Sebanyak 30 saham dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC 40 berhasil membukukan keuntungan, sementara 10 saham lainnya mengalami kerugian.

Perusahaan real estat komersial Eropa Unibail-Rodamco-Westfield SE melonjak 4,67 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Lonjakan ini diikuti oleh saham perusahaan manufaktur baja multinasional ArcelorMittal S.A. yang menguat 4,46 persen, dan perusahaan jasa konsultasi, teknologi, profesional, dan alih daya multinasional Prancis Capgemini yang meningkat sebesar 4,30 persen.

Perusahaan desain produk 3D yang berbasis di Prancis Dassault Systemes mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 1,44 persen.

Disusul oleh saham kelompok perusahaan Prancis Legrand yang melemah 1,11 persen, serta perusahaan produk makanan multinasional Eropa Danone turun 1,00 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropaindeks cac 40

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Wall Street Terperosok, Bursa Asia Ikut Terseok-seok

Bisnis.com,JAKARTA— Bursa Asia tersungkur tersungkur mengekor jejak Wall Street yang mengalami tekanan akibat adanya kecemasan gelombang kedua penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data Bloomberg, mayoritas indeks di Asia memerah pada awal sesi, Jumat (12/6/2020). Indeks ASX 200 turun 2,81 persen disusul Indeks Nikkei 225 yang amblas 2,83 persen.

Koreksi Nikkei 225 dibuntuti oleh Indeks Topix yang terkoreksi lebih dalam 2,95 persen awal sesi perdagangan. Di Korea Selatan, Indeks KOSPI turun 2,99 persen pada pembukaan, Jumat (12/6/2020).

Dilansir melalui Bloomberg, S&P 500 mengalami koreksi terburuk sejak Maret 2020 setelah amblas tiga hari berturut-turut. Terjadi aksi jual akibat adanya kepanikan gelombang kedua penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, Houston sebagai kota terbesar keempat di Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk pembukaan kembali perekonomian. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan negara itu tidak seharusnya untuk kembali menutup perekonomian bahkan ketika ada lonjakan kasus positif Covid-19.

“Tentu saja akan ada beberapa kekhawatiran gelombang kedua sehingga tepat bagi pasar untuk khawatir tentang itu,” ujar Lori Heinel, Deputy Global Chief Investment Officer State Street Global Advisors dikutip melalui Bloomberg, Jumat (12/6/2020).

Lori juga melihat telah terjadi rally yang luar biasa dalam beberapa sesi sebelumnya. Dengan demikian, gagasan investor mulai mengambil untuk alias profit taking sangat mungkin terjadi.

Setelah pembatasan dicabut di AS, kini lebih dari 2 juta orang telah terinfeksi Covid-19 di negara itu. Kondisi itu juga turut menekan harga minyak yang jatuh hampir 9 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asiawall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

KABAR PASAR: Bank BUMN Turun Tangan, Pemerintah Kaji Penambahan DID

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai rencana keterlibatan dalam penyehatan perbankan dengan masalah permodalan dan likuiditas, salah satunya, menjadi sorotan edisi Harian Bisnis Indonesia, Jumat (12/6/2020).

Berikut sejumlah ringkasan topik utamanya:

Bank BUMN Turun Tangan. Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank BUMN untuk ikut terlibat dalam penyehatan perbankan yang mengalami masalah permodalan dan likuiditas. Skema bantuan yang diminta mulai dari asistensi teknis, bantuan penempatan dana, penyuntikan modal, hingga penggabungan usaha.

Pemerintah Kaji Penambahan DID. Pemerintah mengkaji penambahan Dana Insentif Daerah (DID) bagi pemerintah daerah yang mampu menangani dampak pandemi Covid-19 dengan baik.

Relaksasi Minuman Alkohol Disiapkan. Pemerintah akan memperluas relaksasi cukai untuk minuman mengandung etil alkohol (MMEA) karena dianggap sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19.

Sebelumnya, relaksasi diberikan untuk hasil tembakau yakni penundaan pembayaran cukai, serta pembebasan cukai etil alkohol untuk pembuatan hand sanitizer, disinfektan, dan produk sejenis.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional: Bank BUMN Berpeluang Besar. Bank-bank milik negara berpeluang besar untuk ditunjuk menjadi bank peserta dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berdasarkan indikator persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Namun, belum finalnya penetapan bank peserta menyebabkan efek positif program ini masih harus ditunggu.

Prospek Ekonomi AS Suram, Saham Berguguran. Saham-saham di berbagai belahan dunia berguguran setelah pandangan hati-hati the Federal Reserve mengaburkan prospek pemulihan ekonomi yang cepat. Investor juga mengkhawatirkan gelombang kedua pandemi virus corona.

‘Tokyo Alert’ Akan Diangkat. Gubernur Tokyo Yuriko Koike berencana mengangkat ‘Tokyo Alert’ pekan ini sekaligus membantah sedang mempertimbangkan rencana membatalkan Olimpiade tahun depan setelah ditunda karena pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham astokyoDana Insentif Daerahkabar pasar

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Pengembangan Pembangkit Panas Bumi Terganjal Aspek Pendanaan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) tidak mudah akibat terbatasnya lembaga keuangan yang memberikan kredit dalam fase eksplorasi.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim mengungkapkan tantangan pengembangan panas bumi saat ini yakni terbatasnya lembaga keuangan yang bersedia memberikan pinjaman dalam fase eksplorasi.

Lalu harga Energi Baru Terbarukan (EBT) masih bersaing dengan pembangkit fosil sehingga perlu efisiensi biaya untuk mencapai harga keekonomian listrik. Selain itu, transparansi dan jangka waktu penerbitan izin dapat mempengaruhi keekonomian proyek.

“Lalu banyak pengembang yang belum memenuhi character, capacity, capital, condition, dan collateral),” ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (11/6/2020).

Riki menuturkan area prospek pengembangan panas bumi berada di hutan konservasi. Selain itu, tantangan lainnya yakni cadangan panas bumi tak sesuai dengan perencanaan dan risiko dalam masa eksplorasi sangat tinggi.

Dia menambahkan Geo Dipa sendiri terdapat 4 Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) dengan sumber daya 1.210 MW dengan kapasitas yang telah terpasang sebesar 115 MW.

“Rencana pengembangan sesuai RUPTL sebesar 615 MW,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari Ida mengungkapkan sejumlah tantangan pengembangan panas bumi di Indonesia.

Sebut saja seperti area prospek panas bumi berada di kawasan hutan konservasi dan tropical rainforest heritage of Sumatra (TRHS).

Potensi yang bagus ada di hutan konservasi sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri karena di area konservasi hanya boleh kembangkan di zona pemanfaatan untuk bisa dikembangkan panas bumi.

“Lalu tantangan lain terkait kelayakan proyek panas bumi untuk tarif listrik masyarakat dimana yang kita tahu tarif listrik inginnya enggak naik-naik,” ujarnya.

Pihaknya tak menampik pengembangan panas bumi dari sisi kelayakan proyek keekonomian proyek belum bisa kompetitif dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memang lebih tinggi harganya.

Hal ini dikarenakan pengembangan panas bumi dr survei eksplorasi, eksploitasi hingga pembangunan pembangkit jauh lebih panjang jalannya dibandingkan dengan membangun PLTU.

Selain itu, tantangan pengembangan panas bumi lainnya yakni terkait isu sosial dan perizinan dimana hampir semua pengembang yang mengembangkan pertama kali masuk ke wilayah panas bumi.

“Masyarakat juga pada bertanya-tanya apalagi panas bumi juga melakukan pengeboran seperti minyak. Jadi masy bertanya kalo bor gagal apakah seperti Lapindo. ini yanv sering kali jadi resisten khawatir lahan rusak, takut kalau ada apa-apa seperti Lapindo,” tuturnya.

Cadangan panas bumi juga tak seperti perencanaan karena keterbatasan permintaan listrik setempat sehingga cadangan ada dan sumber daya ada tetapi perencanaan enggak bisa dibangun banyak – banyak karena tak ada permintaan.

Tak hanya itu, akses pendanaan sebelun feasibility studi juga menjadi sebuah tantangan pengembangan panas bumi. Hal ini karena memang resiko pengembangan panas bumi terutama di sisi eksplorasi masih sangat tinggi sehingga perbankan pasti mikir-mikir kalau mau memberikan pinjaman dari awal.

“Ya kalau dapat panas buminya, kalau enggak,” kata Ida.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumieksplorasipendanaan

Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).

Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.