Argha Karya Prima Industry (AKPI) Bagi Dividen Rp12 per Saham, Ini Jadwalnya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen kemasan fleksibel, PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI) akan membagikan dividen tunai Rp12 per saham dari laba tahun buku 2018.

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) AKPI yang berlangsung pada Rabu (22/5/2019) menyetujui penggunaan11,44% dari laba bersih untuk tahun buku 2018 atau setara Rp7,35 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai untuk tahun buku 2018.

Sebagai informasi, pada 2018, AKPI meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp64,24 miliar.

Berikut jadwal dividen tunai AKPI seperti dikutip dari pengumuman di keterbukaan informasi BEI pada Sabtu (25/5/2019):

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 31 Mei 2019

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 10 Juni 2019

Cum dividen di pasar tunai: 11 Juni 2019

Ex dividen di pasar tunai: 12 Juni 2019

Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 11 Juni 2019

Tanggal pembayaran dividen: 21 Juni 2019

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia,emiten,dividen

Mandiri Area Mataram Siapkan Rp382 Miliar Antisipasi Kebutuhan Uang Lebaran

Bisnis.com, MATARAM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. area Mataram menyiapkan tiga titik penukaran uang pecahan kecil (UPK) guna memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Idulfitri 1440 H.

Vice President Bank Mandiri Area Mataram Syarief Hidayat Dilaga mengatakan penempatan titik penukaran UPK itu dilakukan pada kurun waktu 13 Mei – 24 Mei 2019 secara bergiliran di tiga lokasi yaitu di Taman Sangkareang, Lanud Rembiga dan Taman Malomba.

“Meski saat ini penetrasi digital banking sangat luas, masyarakat tetap membutuhkan uang kartal yang sangat besar menjelang Idulfitri, misalnya untuk dibagi-bagikan kepada keluarga dan tetangga di rumah atau di kampung halaman,” ujar Syarief di Mataram, Sabtu (25/5/2019).

Syarief menambahkan, pihaknya menyiapkan uang kecil pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000 di setiap titik penukaran per hari. Adapun karakteristik masyarakat penukar didominasi oleh karyawan dan ibu rumah tangga. Selain di tiga lokasi tersebut, masyarakat juga dapat menukarkan UPK di seluruh cabang Bank Mandiri.

“Selama masa Lebaran 2019 uang tunai kami siapkan sekitar Rp382 miliar uang tunai ini sudah termasuk pemenuhan pengisian ATM dan kebutuhan nasabah,” ujarnya.

Selama libur lebaran, Bank Mandiri tetap melaksanakan layanan perbankan bagi nasabah dan masyarakat di NTB dengan membuka layanan operasional empat cabang. Untuk di Mataram dua kantor cabang yang beroperasi yaitu Kantor Cabang Gde Ngurah dan Kantor Cabang Cakranegara, sedangkan di sumbawa ada Kantor Cabang Sumbawa dan Kantor cabang Bima.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri,idulfitri,uang pecahan kecil

Siap-siap, Selain BDNI Sjamsul Nursalim, KPK Selidiki Penerima SKL Lain

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki dugaan korupsi dari bank lain yang menerima Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Penyelidikan itu berdasarkan pada pengembangan perkara penerbitan SKL pada pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim yang sudah menjerat mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung.

“Mudah-mudahan ada kasus baru yang muncul dari situ [BLBI]. Mudah-mudahan ada bank lain. Kalau kemarin bank BDNI. Mudah-mudahan ada bank lain,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo pada Jumat (24/5/2019).

Kendati demikian, Agus enggan menjanjikan penanganan bank lain tersebut bisa selesai ditangani oleh pimpinan KPK Jilid IV. Kemungkinan besar akan menjadi warisan untuk pimpinan KPK 2019-2023.

“Tapi mungkin tidak sempat di zaman [pimpinan] kami.”

Hanya saja, dia masih meyakini akan ada pihak lain yang akan menyusul Syafruddin Arsyad Temenggung. Meskipun, nama Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim kerap disebut-sebut sebagai bidikan KPK selanjutnya.

“Sebelum kami meninggalkan sini [KPK], rasanya ada satu lagi yang masuk proses hukum berikutnya,” ujarnya.

Kasus BLBI merupakan satu dari sejumlah kasus yang menjadi pekerjaan rumah KPK untuk diselesaikan. Masih adanya beberapa tunggakan kasus, lanjut Agus, akan diupayakan untuk dituntaskan pada periode pimpinan KPK kali ini.

“Mudah-mudahan sebelum kami meninggalkan [KPK] insya Allah semakin sedikit [tunggakan kasusnya],” kata Agus.

Sebelumnya, KPK mengaku gugatan perkara oleh pengendali saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim berisiko menganggu kinerja KPK.

Sjamsul menggugat auditor BPK ke Pengadilan Negeri Tangerang pada Februari lalu terkait dengan laporan hasil pemeriksaan investigatif kerugian keuangan negara dalam perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Setidaknya terdapat enam petitum dalam gugatan Sjamsul Nursalim yang diwakili oleh Otto Hasibuan dan Associates sebagai kuasa hukum kepada BPK beserta auditornya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan meskipun gugatan perdata itu ditujukan kepada BPK, namun lembaga antirasuah mengaku bisa terganggu dari sisi kinerja dalam pengusutan kasus tersebut.

“Kami sudah membahas di internal, bahwa gugatan ini bisa mengganggu kinerja KPK, mengganggu pelaksanaan tugas KPK,” kata Febri, Kamis (16/5/2019).

Kendati demikian, KPK sebagai pihak yang tidak terlibat dalam gugatan tersebut berkomitmen untuk membantu BPK dalam menghadapi gugatan taipan Sjamsul Nursalim. Sebagai pihak ketiga, KPK dianggap memiliki kepentingan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK,kasus blbi

Ringkasan Perdagangan 24 Mei: IHSG Buat Prestasi, Rupiah Tak Mau Kalah

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari kedua berturut-turut.

IHSG bahkan membukukan level penutupan tertingginya sejak 14 Mei sekaligus pekan terbaik dalam hampir satu tahun. Rupiah tak mau kalah dengan membukukan penguatan terbesar di Asia bersama rupee India.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Jumat (24/5/2019):

IHSG Cetak Pekan Terbaik Sejak Juli 2018

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berakhir menguat 0,41 persen atau 24,66 poin di level 6.057,35 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Level penutupan yang dibukukan hari ini adalah yang tertinggi sejak 14 Mei.

Sebanyak enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+1,73 persen) dan aneka industri (+0,82 persen). Tiga sektor lainnya berakhir negatif, dipimpin sektor tambang yang melemah 0,70 persen.

Dari 633 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 212 saham menguat, 183 saham melemah, dan 238 saham stagnan.

Rupiah Menguat Lagi

Penguatan nilai tukar rupiah berlanjut ditutup menguat 88 poin atau 0,61 persen di level Rp14.392 per dolar AS, penguatan hari kedua berturut-turut.

Selain rupiah, rupee India memimpin penguatan mayoritas mata uang di Asia di tengah melemahnya indeks dolar AS. Nilai tukar rupee terpantau menguat 0,71 persen terhadap dolar AS.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk menstabilkan nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamentalnya. BI melihat tren bahwa rupiah akan stabil dan cenderung menguat,”ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, seperti dikutip Bloomberg.

Investor Asing Net Sell Lagi, IHSG Tetap Naik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu melaju naik meskipun aksi jual bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ini.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 634,11 juta lembar saham senilai Rp2,13 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 722,45 juta lembar saham senilai sekitar Rp2,5 triliun.

Bursa Global Mampu Naik di Tengah Eskalasi Perang Dagang

Bursa Eropa dan indeks futures Amerika Serikat (AS) mampu bergerak ke posisi lebih tinggi bersama bursa Asia pada perdagangan siang ini, di tengah bertahannya eskalasi tensi perdagangan antara AS dan China.

Presiden AS Donald Trump untuk pertama kalinya mengaitkan perselisihan soal raksasa telekomunikasi Huawei yang dia pandang sebagai ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat dengan kesepakatan untuk menyelesaikan perang dagang AS-China.

Pergerakan Harga Emas Comex dan Antam

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau turun 3,70 poin atau 0,29 persen ke level US$1.287,30 per troy ounce pukul 19.02 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas bergerak di level 1.285,90-1.290,30.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp4.000 menjadi Rp666.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp4.000 menjadi Rp591.000 per gram.

Ikuti Minyak, Harga Karet Bangkit dari Pelemahan

Harga karet di bursa Tokyo berhasil bangkit dari pelemahannya dan ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini, sejalan dengan rebound harga minyak mentah.

Meski mampu rebound, minyak menuju penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2018 di tengah suramnya prospek perdagangan dunia dan membengkaknya jumlah stok minyak mentah di AS yang membangkitkan kembali kekhawatiran akan kelebihan suplai global.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG,Gonjang Ganjing Rupiah

Bank Danamon Catatkan Obligasi Rp1 Triliun, Berikut Bunganya

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) mendapatkan persetujuan Bursa Efek Indonesia untuk mencatatkan obligasi senilai Rp2 triliun. Namun, baru dua seri surat utang yang akan dicatatkan dengan nilai Rp1 triliun.

Dalam keterbukaan informasi Jumat (24/5/2019), BEI menyetujui pencatatan obligasi pada 27 Mei 2019. Surat utang bernama Obligasi Berkelanjutan I Bank Danamon Tahap I tahun 2019 senilai Rp1 triliun itu terdiri dari dua seri.

Pertama, seri A dengan nilai emisi Rp148 miliar dan tingkat bunga 7,55% per tahun. Jangka waktu obligasi selama 370 hari, dan pembayaran imbal hasil setiap 3 bulan. Surat utang itu jatuh tempo pada 4 Juni 2020.

Kedua, seri B dengan nilai emisi Rp852 miliar dan tingkat bunga 8,55% per tahun. Jangka waktu obligasi selama 36 bulan, dan pembayaran imbal hasil setiap 3 bulan. Surat utang itu jatuh tempo pada 24 Mei 2022.

“Bertindak sebagai wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Peringat dari Pefindo terhadap obligasi ini ialah Triple A (AAA),” papar keterbukaan informasi.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, saham BDMN terkoreksi 0,61% menjadi Rp4.890. Harga merosot 35,66% sepanjang tahun berjalan. Kaptalisasi pasarnya mencapai Rp47,79 triliun dengan Price to Earning Ratio (PER) 14,91 kali.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank danamon

Ini 10 Saham Paling Diburu Asing Perdagangan 24 Mei

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) kembali tercatat menjadi yang paling aktif diperdagangkan oleh investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TRAM memimpin daftar saham teraktif yang paling diburu oleh investor asing pada perdagangan hari kedua berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham emiten yang bergerak di bidang pengiriman dan pengangkutan laut tersebut memimpin daftar saham teraktif yang paling diminati oleh investor asing dengan total pembelian saham mencapai sekitar 21,62 juta lembar saham pada perdagangan hari ini, Jumat (24/5/2019).

Saham berikutnya yang paling diburu oleh investor asing adalah saham PT Hanson International Tbk. (MYRX) dengan total pembelian saham mencapai sekitar 18,48 juta lembar saham.

Masing-masing harga saham TRAM dan MYRX hari ini berakhir di level Rp116 dan Rp103 per lembar saham.

Sementara itu, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada hari kedua menuju level penutupan tertingginya sejak 14 Mei.

IHSG berakhir menguat 0,41 persen atau 24,66 poin di level 6.057,35 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (23/5), IHSG berakhir di posisi 6.032,70 dengan kenaikan tajam 1,57 persen atau 93,06 poin.

Sebanyak enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+1,73 persen) dan aneka industri (+0,82 persen). Tiga sektor lainnya berakhir negatif, dipimpin sektor tambang yang melemah 0,70 persen.

Dari 633 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 212 saham menguat, 183 saham melemah, dan 238 saham stagnan.

Meski demikian, aksi jual bersih berlanjut untuk hari kedua berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp369,73 miliar pada perdagangan hari ini.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp7,5 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 15,62 miliar lembar saham.

Berikut adalah 10 saham teraktif yang diperdagangkan oleh investor asing:

Saham

Volume (lembar saham)

TRAM

21.625.000

MYRX

18.484.100

GIAA

12.311.100

PNLF

11.701.000

CTRA

9.967.000

PWON

6.992.600

MNCN

6.489.200

INDY

5.241.400

BBNI

4.905.731

DMAS

4.119.500

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG

Risalah Rapat The Fed 30 April-1 Mei Dirilis, Ini Isinya

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve merilis risalah rapat kebijakan (FOMC minutes) mereka yang digelar pada 30 April-1 Mei. Dalam risalah ini, The Fed sepakat untuk tetap bersabar soal kebijakan moneternya.

“Para anggota melihat bahwa pendekatan untuk bersabar kemungkinan akan tetap berlaku untuk beberapa waktu, tanpa perlu menaikkan atau menurunkan suku bunga target dari level saat ini antara 2,25 persen dan 2,5 persen,” papar The Fed dalam risalahnya yang dirilis Rabu (22/5/2019).

Oleh banyak pembuat kebijakan, inflasi yang lemah baru-baru ini dipandang “kemungkinan bersifat sementara”, sementara risiko terhadap pasar keuangan dan ekonomi global tampaknya mereda.

Untuk diketahui, penilaian ini diberikan sebelum pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif yang lebih tinggi pada barang-barang asal China dan mengambil langkah-langkah lain yang meningkatkan ketegangan perdagangan.

Di sisi lain, menurut risalah itu, terlepas dari banyaknya dukungan pendekatan bersabar untuk kenaikan suku bunga, “beberapa” anggota memperingatkan risiko inflasi yang lebih tinggi dan kemungkinan kebutuhan untuk suku bunga yang lebih tinggi mengingat rendahnya tingkat pengangguran.

“Beberapa memperingatkan, di sisi lain, bahwa inflasi bisa melemah,” ungkap The Fed dalam risalahnya.

Tetap saja, Presiden Federal Reserve wilayah Dallas Robert Kaplan pada Rabu (22/5) berpendapat bahwa langkah menaikkan ataupun menurunkan suku bunga acuan akan membutuhkan alasan yang sesuai.

“Pada dasarnya kami berada di titik pengaturan kebijakan yang tepat saat ini,” ujar Kaplan kepada Fox Business, seperti dikutip Reuters.

Secara keseluruhan, risalah rapat itu tidak banyak memperdengarkan hal-hal baru mengenai kebijakan The Fed. Meski demikian, sebagian analis melihat pandangan para pembuat kebijakan mungkin telah berubah sejak Trump mengambil sikap yang lebih keras terhadap China.

“Meningkatnya kembali ketegangan perdagangan antara AS dan China sejak pertemuan kebijakan itu dapat mengubah pandangan The Fed dengan signifikan,” ujar Eric Stein, co-direktur di Eaton Vance Management, Boston.

Imbal hasil pada obligasi Treasury AS dilaporkan sempat naik setelah risalah itu dirilis, sedangkan bursa saham AS dan dolar AS mengikis penurunannya.

The Fed dijadwalkan akan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya pada 18-19 Juni. Saat itu, para pembuat kebijakan akan memperbarui proyeksi ekonomi mereka dan mencermati risiko-risiko yang terlihat muncul setelah pemerintahan Trump memberlakukan kebijakan perdagangannya baru-baru ini.

Meski sebagian besar pejabat Fed meremehkan soal sengketa perdagangan ini sebagai problem jangka pendek, belakangan mereka mulai membahas risiko jika tarif dan ketegangan perdagangan bertahan serta mulai membentuk kembali rantai pasokan global dan perhitungannya.

Dalam komentarnya di Hong Kong semalam, Presiden Fed wilayah St Louis James Bullard mengatakan kegagalan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dalam waktu dekat dapat mengubah pola perdagangan global. Ini menjadi alasan lain bagi The Fed “untuk melangkah dengan hati-hati”.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed

Optimisme Konsumen NTB Masih Tetap Tinggi

Bisnis.com, MATARAM – Survei Konsumen Bank Indonesia pada bulan Mei 2019 mengindikasikan bahwa optimisme konsumen tetap tinggi.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2019 yang sebesar 119,75 berada dalam level optimis.

Jika dibagi menurut indeks pembentuk IKK, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), keduanya juga masih di atas 100 yaitu masing-masing sebesar 113,83 dan 125,67.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achris Sarwani mengatakan, optimisme konsumen yang masih kuat pada Mei 2019 ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini yang membaik dengan nilai IKE 113,83. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 107,33.

“Membaiknya ekonomi tersebut terutama didorong oleh indeks ketersediaan lapangan kerja. Ada peningkatan indeks dari 85,50 menjadi 102,50. Hal tersebut sejalan dengan tingkat belanja masyarakat yang meningkat saat memasuki bulan Ramadhan sehingga mendorong bertambahnya lapangan pekerjaan terutama pada sec=ktor perdagangan informal,” ujar Achris dalam acara buka puasa bersama media di Mataram, Selasa (21/5/2019).

Selain itu menurutnya, masih adanya sisa periode panen padi sejak April 2019 turut mendorong meningkatnya ketersediaan lapangan kerja yang juga menyumbang perbaikan ekonomi.

Sejalan dengan hal tersebut, ekspektasi konsumen terhadap ekonomi ke depan masih optimis, dengan nilai indeks ekpektasi konsumen (IEK) sebesar 125,67.

Ekspektasi konsumen ke depan didorong oleh ekspektasi penyaluran THR dan gaji ke-13 PNS yang akan disalurkan pada rentang bulan Mei – Juni 2019. Hal tersebut pada gilirannya akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Dimulainya periode high season pariwisata pada triwulan III/2019 juga menjadi salah satu faktor yang dinilai memiliki pengaruh guna mendorong optimisme konsumen, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor jasa.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks keyakinan konsumen

Batas Waktu Divestasi Saham 4 Perusahaan Tambang hingga Juni

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memberikan waktu hingga akhir semester I/2019 bagi empat perusahaan pertambangan untuk mulai menawarkan saham divestasi.

Keempat perusahaan yang wajib melepas sahamnya tersebut adalah PT Natarang Mining (emas) dengan kewajiban divestasi sebesar 21%, PT Ensbury Kalteng Mining (emas) 20%, PT Kasongan Bumi Kencana (emas) 12%, dan PT Galuh Cempaka (intan) 17%. Perusahaan-perusahaan tersebut telah memasuki masa kewajiban divestasi.

Penawaran saham dilakukan secara berjenjang mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga badan usaha swasta nasional. Masing-masing pihak memiliki waktunya sendiri untuk memutuskan apakah tertarik dengan saham divestasi tersebut.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan bahwa keempat perusahaan tersebut hingga saat ini belum menawarkan saham. Pihaknya pun telah menyurati keempat perusahaan tersebut.

“Mereka harus segera mengajukan penawaran. Mungkin nanti Juni paling lambat,” katanya, Selasa (21/5).

Yunus menuturkan, apabila keempat perusahaan tersebut tak kunjung menawarkan saham divestasinya, Kementerian ESDM akan memberikan surat peringatan hingga tiga kali. Setelah itu, sanksi baru bisa dijatuhkan.

Terkait dengan valuasi saham, Kementerian ESDM akan menerbitkan petunjuk teknis penghitungan yang bisa memudahkan semua pihak. Selain itu, petunjuk teknis tersebut akan mengurangi potensi perbedaan persepsi dalam proses penghitungan nilai saham. “Sudah hampir jadi dan itu kan untuk kebutuhan internal, bagaimana semua orang sama persepsinya,” tuturnya.

Dalam Peraturan Menteri ESDM No. 43/2018, valuasinya berdasarkan harga pasar yang wajar (fair market value) tanpa memperhitungkan cadangan. Metode penghitungannya dilakukan dengan metode discounted cash flow dan/atau perbandingan data pasar.

Sebelumnya, Ketua Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif menjelaskan bahwa selain pertimbangan cadangan dan sumber daya yang menjadi ‘nyawa’ perusahaan tambang, sejumlah pertimbangan lain juga tak kalah penting dalam menilai saham perusahaan tambang. Hal tersebut akan menentukan seberapa menariknya saham perusahaan untuk diakuisisi.

“Ada sistem penambangan yang diterapkan dan kendala teknis lainnya seperti air bawah tanah bila tambang bawah tanah, kondisi infrastruktur seperti sistem transportasi dan pelabuhan, hubungan sosial dengan masyarakat sekeliling, kepatuhan terhadap hukum, kewajiban reklamasi yang telah dipenuhi, kewajiban pajak dan keekonomian lainnya, struktur dan jumlah utang dan piutang, serta struktur kepemilikan saham saat ini,” paparnya kepada Bisnis.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss) Budi Santoso mengatakan, cadangan dan sumber daya tersebut termasuk dalam risiko usaha pertambangan. Pasalnya, hal tersebut akan menentukan berapa lama penambangan bisa dilakukan yang dikaitkan dengan sisa waktu operasi.

Yang tak kalah penting, tambahnya, adalah kewajiban yang masih ditanggung perusahaan yang hendak mendivestasikan sahamnya.

Menurutnya, masalah tanggung jawab lingkungan dan sosial harus jelas terlebih dahulu.

“Uji kepatutan, teknis, legal, dan komersial perlu dilakukan untuk memastikan seluruh pertimbangan memenuhi kriteria investor,” tuturnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

divestasi saham,perusahaan tambang

MNC Sekuritas : IHSG Berpeluang Menguat, BoW BSDE, INTP, JSMR

Bisnis.com, JAKARTA–MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG bisa kembali menguat dengan menguji level terdekat sebesar 5.950 pada Selasa (21/5/2019).

Adapun pada akhir perdagangan Senin (20/5/2019), IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 5.907.

“IHSG telah berada pada akhir wave (iii) yang telah kami perkirakan. Selanjutnya IHSG berpotensi untuk menguat dan menguji kembali level terdekat di 5.950 dan kemudian area 6.000-6.050,” tulis Tim Riset MNC Sekuritas dalam riset harian, Selasa (21/5/2019).

Berikut sejumlah saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini:

BSDE – Buy on Weakness (1,185)

Buy on Weakness: 1,150-1,170

Target Price: 1,270, 1,315, 1,360

Stoploss: below 1,100

INTP – Buy on Weakness (18,075)

Buy on Weakness: 17,800-18,000

Target Price: 19,500, 20,000

Stoploss: below 17,000

JSMR – Buy on Weakness (5,275)

Buy on Weakness: 5,175-5,250

Target Price: 5,550, 5,700, 5,900

Stoploss: below 4,900

KLBF – Sell on Strength (1,330)

Sell on Strength: 1,400-1,450

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG,Indeks BEI,rekomendasi saham